LDII Perkuat Pendidikan Pesantren, Literasi Digital, dan Kemandirian Santri
3 mins read

LDII Perkuat Pendidikan Pesantren, Literasi Digital, dan Kemandirian Santri

Jakarta (23/10). DPP LDII terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren melalui penguatan ilmu agama, pembentukan karakter, literasi digital, dan kemandirian ekonomi. Upaya ini dilakukan untuk menyiapkan santri yang religius, berakhlak mulia, terampil, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengatakan pendidikan pesantren perlu mengintegrasikan ilmu agama dengan keterampilan praktis agar santri memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat.

“Pendidikan pesantren perlu membentuk santri yang kuat dalam ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan untuk menjalani kehidupan bermasyarakat,” ujar Dody.

Menurutnya, pengembangan pesantren juga perlu memperhatikan pemerataan mutu pendidikan, akreditasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dengan demikian, pesantren dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Integrasikan Pendidikan Formal dan Pesantren

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, LDII menerapkan pendekatan beyond double track, yakni memadukan pendidikan formal dengan pembinaan pesantren. Pada jenjang setara SMP dan SMA, sejumlah lembaga menggabungkan pendidikan sekolah umum dengan sistem berasrama.

LDII juga mengembangkan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam ilmu agama di sela-sela kegiatan perkuliahan.

Selain pembelajaran agama dan pendidikan formal, santri dibekali keterampilan praktis, seperti pertanian, peternakan terpadu, menjahit, hingga pengolahan produk pangan. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk hidup mandiri sekaligus membuka peluang usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

LDII turut mendorong koordinasi kurikulum, digitalisasi manajemen pesantren, pelatihan tenaga pendidik, serta pendampingan pemenuhan instrumen akreditasi. Di bidang kerja sama pendidikan, LDII juga merintis kolaborasi dengan lembaga luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Bekali Santri dengan Literasi Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, LDII menilai literasi digital menjadi bagian penting dalam pendidikan generasi muda. Berbagai program dikembangkan, mulai dari gerakan bijak bermedia sosial, internet sehat, pelatihan jurnalistik, hingga pembuatan konten kreatif.

Program tersebut bertujuan membekali santri agar mampu memilah informasi, mengenali hoaks, menghindari konten negatif, dan menggunakan perangkat digital secara bijak.

“Generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang mendidik,” kata Dody.

Penguatan kemampuan bahasa asing dan teknologi informasi juga menjadi perhatian LDII. Melalui berbagai pelatihan tersebut, santri diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan daya saing dalam menghadapi perkembangan masyarakat dan dunia kerja.

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Selain bidang pendidikan, LDII mendorong penguatan ekonomi melalui pengembangan Usaha Bersama (UB), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Baitul Maal wa Tamwil (BMT), serta kerja sama dengan perbankan syariah.

Pengembangan unit usaha di lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi santri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

LDII juga mendorong digitalisasi transaksi di koperasi dan toko lingkungan pendidikan. Penggunaan pembayaran nontunai diharapkan dapat mempermudah transaksi sekaligus membantu orang tua memantau pengeluaran anak selama tinggal di asrama.

Melalui berbagai program tersebut, LDII menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan karakter, penguasaan ilmu agama, pengembangan keterampilan, literasi digital, dan pemberdayaan ekonomi.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *