LDII Dukung Diplomasi Agama untuk Perdamaian Dunia pada IGIC 2026
3 mins read

LDII Dukung Diplomasi Agama untuk Perdamaian Dunia pada IGIC 2026

Jakarta (28/9). Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (26/9). Ia mendukung penguatan diplomasi keagamaan dan optimalisasi peran masjid dalam membangun harmoni serta perdamaian.

IGIC 2026 mengangkat tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”. Forum internasional tersebut mempertemukan imam besar, mufti, ulama, akademisi, dan pemimpin agama untuk membahas berbagai persoalan global, mulai dari krisis kemanusiaan dan lingkungan hingga perdamaian dunia.

Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dalam pembukaan IGIC 2026 mengatakan, imam memiliki posisi strategis sebagai duta perdamaian dan penghubung antara nilai-nilai ketuhanan dengan realitas kemanusiaan.

Menurutnya, imam memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat melalui aktivitas di masjid. Kondisi tersebut membuat imam berpotensi memainkan peran lebih besar dalam membantu menyelesaikan persoalan umat hingga mencegah konflik di tingkat akar rumput.

Nasaruddin juga menyoroti keterbatasan jalur birokrasi formal dan lembaga internasional dalam menyelesaikan peperangan maupun konflik berkepanjangan. Karena itu, pendekatan moral melalui diplomasi keagamaan dinilai penting untuk diperkuat.

“Kemanusiaan itu hanya satu. Rasa kemanusiaan ini tidak mengenal agama apa pun, etnik mana pun juga, semuanya punya rasa kemanusiaan. Mari kita sentuh persoalan konflik regional hingga internasional ini dengan menggunakan bahasa moral,” ujarnya.

Selain perdamaian, Nasaruddin menekankan pentingnya ekoteologi melalui konsep ukhuwah makhluqiyah atau persaudaraan sesama makhluk. Ia juga mengingatkan pentingnya nilai moral dan agama dalam perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, termasuk Artificial Superintelligence.

“Al-Qur’an diawali dengan iqra’ bismi rabbika. Iqra’ tanpa bismi rabbika, itu pasti akan melahirkan monster, ilmu pengetahuan tanpa moral agama. Karena itu, kehadiran imam sangat penting untuk menjinakkan, mengarahkan, memberikan arahan terhadap ilmu pengetahuan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan, gagasan mengenai peran strategis imam sejalan dengan upaya LDII dalam mendorong masjid agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kami harapkan imam-imam masjid yang ada di lingkungan LDII juga bisa menebarkan kemaslahatan, bisa menemukan atau mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungannya, maupun masalah-masalah yang mungkin menyebabkan konflik dan bisa diselesaikan melalui masjid,” ujar Dody.

Menurut Dody, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat dan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi penerus, musyawarah, hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial.

“Masjid tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga tempat belajar bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa melalui kegiatan pengajian. Selain untuk membina generasi penerus, masjid juga menjadi tempat bermusyawarah bagi pengurus majelis taklim untuk menyelesaikan berbagai permasalahan jemaah,” jelasnya.

Ia berharap masjid dapat turut memperkuat harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Semangat tersebut juga sejalan dengan penerapan ekoteologi yang dilakukan LDII melalui berbagai program ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah IGIC 2026 Irjen Pol. Muhammad Sabilul Alif mengatakan, konferensi tersebut dihadiri 49 delegasi internasional dari 39 negara serta sekitar 350 imam dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kehadiran para imam merupakan simbol bahwa dunia masih menaruh harapan besar pada dialog, persaudaraan, dan kekuatan agama dalam membangun perdamaian. Dari masjid kita membangun harmoni, dari harmoni kita membangun dialog, dari dialog kita membangun kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah kita membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Melalui IGIC 2026, peran masjid dan imam didorong tidak berhenti pada aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dalam membangun harmoni, menyelesaikan persoalan masyarakat, menjaga lingkungan, serta memperkuat perdamaian dari tingkat akar rumput hingga global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *